Dokumentasi Kegiatan

AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"

Dipublikasikan 05 April 2026 10 foto

Kajian Ar-Rohmah Ceramah Subuh "ACS".

Waktu: Ahad, 5 April 2026.

Penceramah: Ustadz Varian Ghani, Lc.

Tema : Istiqamah Setelah Ramadhan

Kunci Menjaga Kualitas Ibadah

Setelah berlalunya bulan suci Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk tidak menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya momentum ibadah. Justru, semangat ibadah yang telah terbangun selama Ramadhan harus terus dijaga melalui sikap istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian disampaikan bahwa hakikat penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan bahwa manusia dan jin diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, ibadah tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir.

Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk terus beribadah hingga akhir hayat, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hijr ayat 99: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.”

Istiqamah Sebagai Ukuran Keimanan

Istiqamah menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas keimanan seorang Muslim. Istiqamah tidak hanya berarti konsisten dalam melakukan ibadah, tetapi juga mencakup menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam QS. Fussilat ayat 30 disebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan istiqamah akan mendapatkan ketenangan serta kabar gembira dari para malaikat, terutama saat menghadapi kematian.

Rasulullah juga menegaskan pentingnya istiqamah dalam sabdanya:

“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

Mendahulukan Ibadah Wajib

Dalam kajian tersebut juga ditekankan pentingnya mendahulukan ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, dibandingkan ibadah sunnah.

Shalat wajib merupakan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.

Sementara itu, ibadah sunnah seperti shalat malam, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an tetap dianjurkan sebagai penyempurna dan penguat keimanan, selama dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.

Langkah Menjaga Istiqamah.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga istiqamah antara lain:

1. Memperkuat keimanan dan mengenal Allah (ma’rifatullah)

2. Menjaga kebersihan hati dari penyakit seperti riya, sombong, dan hasad

3. Menghadiri majelis ilmu secara rutin

4. Memperbanyak mengingat kematian sebagai pengingat akhir kehidupan

5. Menjauhi lingkungan dan aktivitas yang dapat menjauhkan dari ketaatan

Selain itu, penting bagi seorang Muslim untuk tidak merasa puas dengan amal yang telah dilakukan. Justru, sikap rendah hati dan rasa takut amal tidak diterima menjadi ciri orang beriman, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 60.

Kematian Sebagai Batas Amal.

Kematian menjadi batas akhir kesempatan manusia untuk beramal. Setelah itu, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, selama masih diberikan kehidupan, setiap Muslim hendaknya memanfaatkannya dengan memperbanyak amal kebaikan.

Penutup

Ramadhan sejatinya adalah momentum pembinaan diri. Namun, keberhasilan seorang Muslim tidak diukur dari semangat ibadah di bulan Ramadhan saja, melainkan dari kemampuannya menjaga istiqamah setelahnya.

Dengan istiqamah, diharapkan setiap Muslim dapat terus meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ridha Allah hingga akhir hayat.

Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"
Foto galeri AR-ROHMAH CERAMAH SUBUH "ACS"